Perbedaan Gumoh dan Muntah

Bayi memang suka sekali menyusu. Kadang ia tidak sekadar menyusu, tetapi juga mencari kenyamanan dalam dekapan Anda. Namun, kenapa ya selesai menyusu, ia justru mengeluarkan kembali ASI melalui mulutnya?Melihat hal itu, Anda mana yang tidak panik. Apalagi, jika ini kali pertama Anda menyusui bayi. Ada yang bilang itu gumoh, wajar saja terjadi. Sementara, Anda berpikiran kalau gumoh kenapa banyak sekali keluarnya, jangan-jangan ia muntah? Nah, supaya Anda tidak bingung, berikut perbedaan gumoh dan muntah. Ayo, simak bersama-sama!

1. Gumoh

Apa sih sebenarnya gumoh itu?

Gumoh normal dialami sebagian besar bayi pada tiga bulan pertama usianya. Kebanyakan gumoh akan berhenti sendiri begitu bayi menginjak usia 1 tahun.

Gumoh terjadi karena beberapa hal. Ini di antaranya:

  • Belum sempurnanya fungsi katup yang membatasi esofagus dan lambung, sehingga volume ASI berlebih yang sudah diminum bayi bisa kembali ke atas karena katup tersebut belum menutup sempurna.
  • Ukuran lambung bayi kecil, sehingga ASI yang sudah masuk bisa keluar lagi dan sering disebut juga gastroesoafageal reflux.
  • Bayi menelan terlalu banyak udara saat menyusu, biasanya karena menangis atau minum terlalu cepat. Akibatnya, ketika bersendawa ia gumoh.
  • Menurut catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia, sekitar 25 persen bayi Indonesia mengalami gumoh lebih dari 4 kali pada bulan pertama. Sekitar 50 persen, bayi juga gumoh 1-4 kali hingga usianya 3 bulan.

Kondisi gumoh disebut normal jika:

  • Terjadi usai menyusu,
  • berlangsung dalam waktu kurang dari 3 menit,
  • tidak diikuti oleh gejala-gejala lain,
  • volume susu yang dikeluarkan saat bayi gumoh bisa berbeda, tetapi rata-rata 1-2 sendok makan atau sekitar 10 ml.

Umumnya, bayi justru terlihat lebih nyaman usai gumoh. Ia juga tampak aktif dan pertumbuhannya baik. Anda tidak usah khawatir soal frekuensi gumoh si Kecil selama ia juga mengalami kenaikan berat badan setiap bulan dan tidak ada gangguan pernapasan.

2. Muntah

Setelah Anda mengenali ciri-ciri gumoh,  tentu tampak jelas bedanya dengan muntah kan? Cairan yang keluar dari mulut bayi bisa disebut muntah jika:

  • Volume cairan tersebut lebih dari 10 ml,
  • bayi menyemburkan cairan itu dari perut, tanda otot dinding perutnya berkontraksi,
  • cairan bisa keluar melalui hidung.

Perlu Anda catat, muntah biasanya baru dialami bayi ketika usia 2 bulan. Muntah juga jadi tanda ada gangguan pencernaan atau kesehatan lainnya. Maka, cara penanganan muntah jelas berbeda dengan gumoh.

Anda pun harus terus memantau bagaimana frekuensi dan kondisi bayi selama ia muntah berulang. Waspadai jika muntah bayi terlihat seperti di bawah ini:

  • Cairan yang dimuntahkan berwarna kehijauan,
  • bayi rewel dan terlihat kesakitan,
  • bayi demam hingga 39° Celcius,
  • perut bayi tampak membengkak,
  • frekuensi muntah meningkat dan berlangsung dalam waktu lama, serta tidak ada tanda-tanda membaik,
  • ada bercak darah pada muntahannya.

Jangan tunda lagi, Ma, langsung saja ke dokter. Sebagai pertolongan pertama, Anda tetap bisa terus memberinya ASI agar tubuh bayi tetap terhidrasi dengan baik.

3. Supaya bayi tidak gumoh

Lalu, apa saja yang bisa Anda lakukan guna mencegah bayi mengalami gumoh? Ini yang bisa Anda lakukan.

Usai menyusui, Anda posisikan bayi dalam posisi tegak selama sekitar 30 menit. Jangan langsung menidurkan bayi di ayunan atau bermain dengannya.

Susui dalam jumlah sedikit tetapi sering.

Buat bayi bersendawa guna menghilangkan udara dalam lambungnya.

Biarkan bayi tidur telentang untuk mencegah gumoh dan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Itu dia perbedaan gumoh dan muntah. Sudah lebih jelas ya? Jadi, tetap tenang dan jangan panik saat melihat si Kecil gumoh. Selamat menyusui si Kecil!

Baca juga: https://hypnobirthingsurabaya.com/2020/10/26/darah-pada-gumoh-bayi/

Yuk follow instagram kami untuk mendapatkan informasi seputar akupuntur, promil, bumil, dan busui:

https://www.instagram.com/hypnobirthing_surabaya/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
hi,
ada yang bisa dibantu ?