Tanda Bumil Kekurangan Kalium

Menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang adalah keharusan bagi setiap bumil. Sebab, semua nutrisi yang dikonsumsi ibu selama hamil dapat memengaruhi janin yang dikandung. Di antara banyaknya jenis nutrisi penting yang perlu dipenuhi ibu, kalium adalah yang tidak boleh sampai luput. Sebab, kalium adalah zat yang memegang peranan penting, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Jika bumil kekurangan kalium (hipokalemia), tentunya kondisi tubuh dan janin yang dikandung akan terpengaruh. Lantas, bagaimana tanda bumil yang kekurangan kalium? Simak setelah ini.

Tanda dan Gejala Bumil Kekurangan Kalium

Ketika kadar kalium dalam tubuh terlalu rendah, yaitu di bawah 3,6 mmol/L, akan ada sejumlah gejala yang muncul. Berikut beberapa tanda atau gejala awal bumil kekurangan kalium:

Mual dan muntah.

Nafsu makan menghilang.

Konstipasi.

Tubuh terasa lemah.

Kesemutan.

Kram otot.

Jantung berdebar.

Jika kadar kalium dalam tubuh sangat rendah, atau kurang dari 2,5 mmol/L, ini merupakan kondisi yang cukup berbahaya. Beberapa gejala yang muncul ketika mengalami hipokalemia berat adalah:

Ileus paralitik.

Kelumpuhan.

Gangguan irama jantung (aritmia).

Henti napas.

Sebelum mengalami gejala hipokalemia berat, bumil sebaiknya mewaspadai gejala awal hipokalemia. Segera konsultasikan dengan dokter.

Apa Bahaya Kekurangan Kalium pada Bumil?

Kalium adalah salah satu mineral penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Mineral ini juga berperan penting dalam kontraksi otot-otot tubuh, transmisi impuls saraf, dan pelepasan energi dari nutrisi penting seperti lemak, protein, dan karbohidrat. Konsumsi makanan kaya kalium secara teratur juga dapat mencegah kram kaki yang sering terjadi selama kehamilan.

Nah, selama hamil, volume darah akan meningkat hingga satu setengah kali dari normal. Itulah sebabnya, bumil memerlukan jumlah kalium yang memadai untuk menjaga keseimbangan kimiawi yang tepat dari tubuh. Bersama dengan natrium, kalium juga bertugas mengatur tingkat tekanan darah agar tetap optimal. Jika jumlahnya kurang, dapat menimbulkan efek samping untuk kehamilan.

Kekurangan kalium saat hamil juga dapat bisa memberikan dampak negatif untuk otot, jantung, dan saraf selama kehamilan. Jika tidak kunjung diatasi, kondisi ini berisiko menimbulkan masalah ginjal kronis dan membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Baca juga: https://hypnobirthingsurabaya.com/2021/04/26/hormon-prolaktin-busui/

Yuk follow instagram kami untuk mendapatkan informasi seputar akupuntur, promil, bumil, dan busui:

https://www.instagram.com/hypnobirthing_surabaya/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
hi,
ada yang bisa dibantu ?