Separation Anxiety Bayi

Bayi dan anak-anak menjadi kelompok yang rentan mengalami separation anxiety. Apa itu? Istilah separation anxiety digunakan untuk menggambarkan rasa takut atau kecemasan saat harus berpisah dengan sesuatu atau seseorang. Dalam hal ini, bayi mungkin mengalami separation anxiety saat harus berpisah dari ayah atau ibunya.

Sebenarnya, kecemasan saat harus berpisah adalah tahap yang normal dan pasti akan dialami bayi dan balita. Namun tentu saja, hal ini sebaiknya tidak dibiarkan berlarut. Orangtua perlu mengenali apa saja gejala atau tanda bayi mengalami separation anxiety. Dengan begitu, ibu dan ayah bisa membantu anak melewati dan mengatasi hal tersebut.

Gejala dan Cara Mengatasi Separation Anxiety pada Bayi

Gejala khas dari separation anxiety pada bayi adalah rewel dan menjadi sering menangis. Biasanya hal itu terjadi saat Si Kecil digendong oleh orang lain atau saat ia tidak bisa melihat ayah, ibu, atau orang lain yang dikenali di sekitar. Bayi yang menangis menjadi tanda dirinya merasa takut dan cemas. Meski normal terjadi, nyatanya tahap perkembangan yang satu ini bisa melelahkan baik bagi bayi maupun orangtua.

Kabar baiknya, tahapan ini biasanya akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia Si Kecil. Ibu bisa melakukan beberapa cara untuk membantu anak melewati separation anxiety, salah satunya dengan mengenalkannya pada anggota keluarga atau orang lain, lakukan secara perlahan, dan buat anak percaya bahwa semua akan baik-baik saja.

Kecemasan akan perpisahan biasanya akan terjadi pada bayi atau balita. Ada beberapa gejala atau tanda separation anxiety pada bayi, di antaranya:

1.Rewel Berlebihan

Salah satu tanda bayi mengalami separation anxiety adalah rewel berlebihan atau menangis terus menerus saat harus jauh dari orangtua atau orang yang dikenali. Biasanya, bayi akan terlihat sangat kesulitan untuk bersikap tenang.

2.Merasa Cemas dan Khawatir

Cemas dan khawatir saat berpisah dengan orangtua adalah hal yang wajar. Namun, hal ini bisa menjadi tanda separation anxiety jika terjadi secara berlebihan, misalnya Si Kecil terlihat sangat khawatir saat digendong seseorang padahal orangtua tetap ada di depannya.

3.Khawatir Konstan

Separation anxiety pada anak juga bisa ditandai dengan perasaan khawatir yang konstan atau terjadi secara terus-menerus tentang perpisahan. Anak menjadi sangat mudah merasa takut dan selalu memikirkan tentang perpisahan dari orangtua atau orang yang dicintai.

4.Menolak Dipisahkan

Sangat wajar jika seseorang merasa gemas melihat bayi dan memiliki keinginan untuk menggendongnya. Meski sudah diizinkan oleh orangtua, ternyata Si Kecil malah menangis dan enggan untuk digendong. Hal itu menandakan bayi menolak untuk dipisahkan dan bisa menjadi salah satu tanda dari separation anxiety.

5.Gejala Fisik

Separation anxiety ternyata juga bisa memicu gejala fisik. Kondisi ini bisa menyebabkan sakit kepala, sakit perut, serta gejala lain saat anak dipisahkan dari orangtua.

Meski sering terjadi pada bayi dan balita, separation anxiety ternyata juga bisa dialami oleh remaja maupun orang dewasa. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah dan tanda yang lebih signifikan, misalnya enggan meninggalkan rumah untuk bekerja.

Baca juga: https://hypnobirthingsurabaya.com/2021/04/29/cara-menyusui-bayi-prematur/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
hi,
ada yang bisa dibantu ?