Tanda Separation Anxiety Bayi

Walau beberapa anak sudah terbiasa tidur sendiri, namun beberapa bayi akan menangis kalau ditinggal Anda. Ini juga sering terjadi saat Anda pamit pergi ke luar rumah. Apa anak anda pernah mengalami ini? Jika ya, mungkin ia sedang mengalami separation anxiety atau rasa khawatir saat berjauhan dengan Anda. Hal ini sebenarnya sangat normal terjadi dalam tumbuh kembang anak. Namun tidak ada salahnya jika Anda mengenali tanda- tanda bayi mengalami separation anxiety.

Anda mau tahu apa saja tanda separation anxiety pada bayi? Yuk, simak penjelasan berikut ini:

1. Pola tidur bayi terganggu

Sangat normal jika bayi mengalami separation anxiety hingga menggangu tidurnya. Biasanya anak akan lebih sering terbangun dan menangis mencari Anda. Bahkan untuk anak yang tidur bersama Anda, ia masih bisa bangun tidur dalam keadaan menangis.

“Perkembangan besar ini umumnya terjadi ketika bayi berusia 9 sampai 18 bulan. Itu artinya, semua telah berubah bagi bayi, dan dia butuh Anda untuk menenangkannya kembali, khususnya di malam hari,” ujar Sarah Ockwell-Smith, sleep expert.

2. Bayi menjadi bangun lebih cepat

Masalah separation anxiety, juga membuat bayi bangun tidur lebih cepat dan kesulitan untuk tidur kembali, kecuali jika ditemani Anda.

Walau fase ini sangat melelahkan (bagi bayi dan Anda), namun separation anxiety adalah pertanda baik. Maksudnya, berarti anak memiliki kedekatan yang baik dengan Anda, dan itu tanda psikis yang kuat bahwa anak akan tumbuh menjadi sosok yang percaya diri dan mandiri.

3. Bayi menangis jika diasuh oleh orang lain

Ini masalah terberat untuk Anda yang sering menitipkan anak di daycare atau diasuh orang lain, meski di rumah sendiri. Saat anak mengalami separation anxiety, biasanya ia tidak mau ditinggal Anda dan dibiarkan bersama orang lain selain Anda.

“Coba gunakan essential oil sebagai parfum selama empat sampai enam minggu. Kemudian minta orang lain yang mengasuh si Bayi untuk menggunakannya juga. Dengan begitu, anak bisa mencium ‘aroma’ anda kapan pun ia mencium wangi essential oil tersebut,” saran Sarah.

4. Bayi menangis ketika ditinggal sendiri

Baru semenit Anda meninggalkan si Kecil, namun ia sudah menangis sedih sekali. Itu bahkan tidak hanya terjadi di malam hari. Bayi yang mengalami separation anxiety biasanya tidak suka ditinggal sendirian.

“Jangan memaksakan anak untuk bisa segera mandiri. Ide meninggalkan bayi sendiri untuk berapa lama pun tidak akan membantunya lebih mandiri di usia ini,” jelas Sarah.

Ciri lain bayi mengalami separation anxiety adalah ia bukan hanya mau ada di dekat Anda, tetapi juga mau lebih sering digendong, dan lebih manja.

5. Bayi tidak suka main sendirian

Jangankan tidur sendirian, main sendirian saja dia bisa menangis tersedu-sedu. Tandanya adalah bayi bisa tidak memedulikan mainan favoritnya, demi bisa bermanjaan dengan Anda.

Bayi mau Anda ikut bermain dengannya, dan ia akan selalu memastikan Anda tidak pernah meninggalkannya.

Nah, sekarang Anda tahu tanda- tanda bayi sedang mengalami separation anxiety. Bila iya, kabar baiknya adalah Anda telah berhasil membangun kedekatan emosional dengan si Kecil. Nikmati saja masa-masa ini.

Namun, bila hal ini sudah mengganggu kenyamanan dan aktivitas si Kecil, Anda bisa berkonsultasi ke psikolog.

Semoga informasi ini membantu Anda dalam mengasuh si Kecil ya.

Baca juga: https://hypnobirthingsurabaya.com/2021/04/29/asi-untuk-bayi-prematur/

Yuk follow instagram kami untuk mendapatkan informasi seputar akupuntur, promil, bumil, dan busui:

https://www.instagram.com/hypnobirthing_surabaya/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
hi,
ada yang bisa dibantu ?