Bayi Makan Es Krim

Apakah boleh bayi makan es krim? Kapan waktu yang direkomendasikan untuk bayi makan es krim? Temukan jawabannya di bawah ini.

Kapan Bayi Makan Es Krim?

Sebenarnya, tidak ada aturan khusus mengenai kapan bayi makan es krim. Tapi, sebaiknya tunggu sampai bayi berusia sekitar 12 bulan atau 1 tahun sebelum memberinya es krim ya,.

“Pada usia ini bayi dapat mulai diperkenalkan dengan produk susu lainnya, seperti keju, paneer, dadih, dan susu sapi dalam jumlah kecil dalam makanan yang Ibu masak,” kata Dr. Pankaj Vohra, seorang ahli gastroenterologi anak, seperti dikutip dari BabyCenter.

Ketika berusia 1 tahun, bayi juga akan mulai beralih mengonsumsi susu murni sebagai minuman utamanya. Jadi, akan lebih mudah baginya untuk mencerna berbagai makanan berbahan dasar susu, seperti halnya es krim.

Selain itu, es krim kaya akan gula dan lemak susu, tetapi sangat minim vitamin dan mineral sehingga memperkenalkan es krim terlalu dini dapat membuat bayi lebih menyukai makanan manis dan cenderung tidak menyukai makanan lain yang lebih sehat.

Kebiasaan dan selera makan dibangun sejak dini, jadi apa yang Ibu tawarkan pada Si Kecil saat ini akan berpengaruh hingga ia dewasa. Oleh karena itu, biasakan Si Kecil untuk mengonsumsi makanan sehat yang lebih bergizi.

Apa Bahaya Bayi Makan Es Krim di Bawah 1 Tahun?

Jangan pernah membiarkan bayi makan es krim sebelum usianya 1 tahun. Ada beberapa alasan yang membuat es krim tidak aman untuk anak yang belum genap 1 tahun, apa saja kah?

1. Tinggi Gula dan Lemak

Alasan pertama mengapa Ibu tidak dianjurkan memberikan es krim pada bayi di bawah usia 1 tahun, yakni karena es krim mengandung gula dan lemak dalam jumlah yang sangat tinggi.

Gula dan lemak yang berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh bayi karena bisa menciptakan rasa kecanduan terhadap makanan manis. Jika sudah begitu, anak biasanya akan terus meminta Ibu untuk memberinya es krim atau makanan manis lainnya.

Hingga akhirnya, makanan manis yang berlebihan bisa memicu obesitas hingga diabetes di kemudian hari.

American Heart Association pun merekomendasikan para orang tua untuk menghindari tambahan gula sebelum anak-anak menginjak usia 2 tahun. Hal ini karena gula yang berlebihan bisa memicu penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

2. Bisa Memicu Alergi

Bayi makan es krim di bawah usia 1 tahun tidak dianjurkan karena berisiko memicu alergi.

Zat aditif dan pewarna yang terkandung dalam es krim dapat mengundang reaksi alergi dan gangguan kesehatan.

Beberapa es krim juga mengandung kacang atau bahan yang terbuat dari kacang. Hal ini sangat berbahaya jika bayi memiliki kondisi alergi seperti eksim atau salah satu anggota keluarga (saudara kandung, ayah, ibu, kakek-nenek, paman atau bibi) memiliki riwayat alergi terhadap kacang.

Selain itu, es krim mungkin dibuat dari telur sebagai bahan utamanya. Putih telur mengandung 4 protein yang dapat menyebabkan alergi ringan hingga berat pada bayi di bawah usia 1 tahun.

Menurut Journal of CMAJ, kacang, susu sapi, dan telur termasuk makanan yang paling banyak menjadi penyebab alergi pada bayi.

3. Mungkin Terkontaminasi Bakteri

Membiarkan bayi makan es krim di bawah usia 1 tahun juga bisa menyebabkan mereka terkontaminasi bakteri.

Hal ini karena banyak es krim terbuat dari krim utuh atau susu murni dan seluruh produk susu tidak dapat sepenuhnya dicerna oleh bayi di bawah usia 1 tahun.

Ginjal mereka yang belum matang tidak dapat menangani konsentrasi tinggi protein dan mineral yang ada dalam susu murni. Pada beberapa bayi, protein yang ada dalam produk susu bahkan ditemukan mengiritasi lapisan sistem pencernaan yang menyebabkan darah dalam tinja.

Tidak hanya sampai di situ, Si Kecil pun bisa mengalami keracunan makanan akibat bakteri Listeria jika mereka mengonsumsi es krim yang belum tentu terbukti keamanan dan kebersihannya. Jadi, hati-hati ya.

Adakah Manfaat Bayi Makan Es Krim?

Setelah mengetahui bahaya bayi makan es krim, lalu adakah manfaatnya?

Apalagi, mengingat es krim sering diklasifikasikan sebagai produk susu karena mengandung kalsium yang tinggi, yang baik untuk membangun tulang yang kuat.

Namun, es krim lebih sering dikenal sebagai makanan penutup karena biasanya mengandung banyak gula tambahan.

Melansir laman WebMD, satu porsi es krim vanila rata-rata mengandung 21 gram gula tambahan, yang setara dengan sekitar 1,5 sendok makan gula.

Kandungan ini mungkin berisiko negatif pada bagi perut bayi yang lebih kecil dan sistem pencernaan yang masih muda.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, es krim juga mungkin mengandung bahan-bahan yang memicu reaksi alergi pada Si Kecil, seperti kacang-kacangan. Bentuk reaksi alergi yang umum dialami, yakni muntah, diare, ruam kulit, serta pembengkakan di sekitar bibir atau mata.

Jadi sebenarnya, kandungan nutrisi pada es krim sangatlah sedikit karena lebih banyak risiko negatifnya jika diberikan pada bayi. Dengan demikian, Ibu sebaiknya lebih bijak dalam memberikan makanan pada Si Kecil.

Adakah Alternatif Es Krim untuk Si Kecil?

Ketika berusia 1 tahun, bayi boleh makan es krim tapi tidak boleh setiap hari ya Ibu. Alih-alih membelikan es krim untuk Si Kecil setiap hari, Ibu dapat mencoba membuat beberapa alternatif yang lebih sehat seperti di bawah ini:

Masukkan buah pisang matang, mangga, apel atau buah apapun yang Ibu inginkan ke dalam freezer hingga membeku. Kemudian hancurkan buah yang sudah beku menggunakan blender. Pengganti es krim yang sehat sudah siap diberikan pada Si Kecil. Variasikan warna dengan mencampurkan blueberry dengan pisang.

Smoothie buah segar yang dikocok juga bagus diberikan pada bayi. Karena tidak perlu didinginkan, Ibu dapat memberikannya pada Si Kecil di cuaca dingin sekalipun. Namun, pastikan selalu menggunakan buah segar. Bukan buah kering kemasan kaleng.

Apakah Yogurt Beku Dapat Dijadikan Pengganti Es Krim?

 “Disarankan agar bayi tidak makan makanan yang mengandung garam atau gula tambahan sampai setelah 12 bulan,” kata Dr. Natalie Epton, seorang dokter spesialis anak dan neonatologis, seperti dikutip dari Youngparents.com.sg.

Yogurt beku mengandung gula tambahan, bahkan sering kali lebih banyak dari es krim, yang tentunya tidak baik bagi bayi. Selain itu, bakteri baik di dalam yogurt diduga hilang selama proses pembekuan. Sehingga menurut Dr. Natalie Epton, yogurt beku tidak akan jauh lebih baik atau bermanfaat dibandingkan dengan es krim.

Nah, jadi, jawabannya bayi boleh makan es krim. Tapi ingat, es krim tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 12 bulan ya Ibu. Apa Ibu pernah membiarkan Si Kecil mencicipi es krim?

Baca juga: https://hypnobirthingsurabaya.com/2021/09/17/menyusui-saat-demam/

Yuk follow instagram kami untuk mendapatkan informasi seputar akupuntur, promil, bumil, dan busui:

https://www.instagram.com/hypnobirthing_surabaya/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
hi,
ada yang bisa dibantu ?