Tanda Hiperlaktasi

Ada ibu yang memproduksi terlalu sedikit ASI, tapi ada juga Ibu yang menghasilkan ASI terlalu banyak. Hiperlaktasi terjadi ketika tubuh Ibu memproduksi ASI lebih banyak dari jumlah yang dibutuhkan bayi. ASI bisa keluar dengan cepat sehingga membuat si kecil kesulitan untuk menyusu. Banyak juga Ibu yang hiperlaktasi sering mengalami ASI merembes yang membuat baju basah dan ASI juga sering menyembur saat anak lagi disusui sehingga membuat anak tersedak. Lantas bagaimana tanda tanda hiperlaktasi? Yuk simak penjelasan berikut.

Tanda Ibu hiperlaktasi yang dapat terlihat pada bayi

Si kecil mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali. Tapi bila Anda melakukan pelekatan saat aliran ASI lagi deras-derasnya, si kecil mungkin akan menarik diri atau berhenti menyusu saat ASI memuncrat. Atau ia hanya menyusu selama 5 hingga 10 menit lalu menggigit puting Anda karena gemas, yang bisa menyebabkan puting terluka.

Saat mengalami hiperlaktasi, bayi Anda bisa jadi makin ingin sering menyusu atau ia justru menolak untuk menyusu dan menjadi rewel, atau membuat badannya kaku saat menyusu. Ia menjadi sering gumoh setelah menyusu. Gumoh saat hiperlaktasi kadang sering disalahartikan sebagai refluks. Selain itu, si kecil mungkin akan menunjukkan tanda-tanda berikut ini:

Perut bayi bergas

Bila bayi minum banyak ASI karena ibu punya ASI berlimpah, ini bisa menyebabkan bayi lebih tidak tenang dibanding biasanya. Wajar bila bayi di bawah usia 3 bulan mengalami periode tidak tenang satu atau dua kali tiap 24 jam.

Selama periode tidak tenang, bayi biasanya:

  • Banyak menangis
  • Sulit tenang untuk tidur
  • Ekspresi wajah meringis
  • Menekuk punggung
  • Mengarahkan lutut ke dada
  • Bayi yang minum ASI berlebihan karena ibu mengalami hiperlaktasi biasanya sering merasa tidak tenang dan menunjukkan tanda-tanda di atas.
  • Penambahan berat badan berlebihan
  • Bila ibu punya ASI berlimpah, bayi akan mengalami penambahan berat badan lebih dari rata-rata.
  • Sering pup

Bila ibu punya ASI berlimpah, bayi akan sangat sering buang air besar. Seolah ketika bayi menyusu, ASI masuk dan langsung keluar melalui pup. Bayi buang air selama, setelah, dan di saat menyusu. Feses bayi mungkin sering berwarna hijau dan berbusa.

Sering pipis

Bayi yang ibunya punya ASI berlimpah akan sering sekali pipis. Misalnya, kalau ia pakai popok kain, Ibu akan mengganti popoknya 10 kali atau lebih dalam 24 jam.

Sering gumoh

Meski ini normal dan wajar bila bayi gumoh. Bayi yang ibunya punya ASI berlimpah akan sering gumoh setelah menyusu.

Refluks memang merupakan kondisi normal. Kadang bayi mengalami gumoh setelah selesai menyusu bahkan sesekali muntah tanpa ada penyebab yang pasti. Beberapa bayi bahkan ada yang gumoh cukup sering dan ini bukanlah suatu indikasi penyakit tertentu.

Bayi Anda akan merasa kenyang dan berhenti menyusu setelah mendapat hindmilk yang berada pada saluran ASI yang lebih dalam di payudara. Hal ini bisa mengakibatkan terlalu banyak kandungan laktosa di usus yang bisa menyebabkan perilaku menyerupai kolik, seperti banyak pipis dan buang air besar. Feses si kecil sering kali berwarna hijau dan berbusa. Bayi Anda juga kemungkinan memiliki berat badan yang rendah maupun tinggi.

Tanda hiperlaktasi yang terlihat pada ibu

Payudara Anda terasa sangat penuh, pada kondisi ini Anda memiliki kemungkinan mengalami plugged ducts (penyumbatan saluran ASI) atau mastitis (peradangan payudara). Anda akan merasakan sakit di payudara selama proses pelekatan. Anda mengalami kebocoran ASI di antara waktu menyusui, pakaian selalu basah karena ASI merembes, dan terjadi kebocoran ASI dari payudara yang tidak digunakan saat menyusui.

Gejala seperti ini bisa mulai terjadi pada minggu pertama setelah melahirkan, atau sedikit lebih lambat, yakni sekitar dua atau tiga minggu setelah proses persalinan. Produksi ASI bisa mulai terkendali dengan sendirinya setelah 3 bulan pasca melahirkan, meski tanpa dilakukan perawatan. Menjadi hal yang sangat wajar bila Anda memiliki terlalu banyak ASI dalam 4 hingga 5 bulan pertama setelah melahirkan. Beberapa tanda yang bisa dialami Ibu, antara lain:

Payudara cepat terasa penuh

Beberapa ibu merasa payudara mereka terisi dengan cepat setelah menyusui. Di beberapa minggu setelah melahirkan, ini bisa terjadi karena payudara bekerja memproduksi ASI berdasarkan jumlah yang bayi minum.

Setelah minggu-minggu awal, kebanyakan ibu merasa payudaranya lebih nyaman dan tidak terlalu bengkak. Bila payudara terus terisi dengan cepat setelah menyusui, terutama bila bengkak dan terasa sakit, Anda kemungkinan mengalami ASI berlimpah atau hiperlaktasi.

Saluran ASI tersumbat atau mastitis berulang kali

Bila seorang ibu memproduksi terlalu banyak ASI, kemungkinan sebagian ASI tetap berada di payudaranya meski setelah bayi menyusu. ASI yang tetap di payudara bisa meningkatkan risiko saluran ASI tersumbat atau mastitis.

Refleks let-down yang cepat

Ibu dengan ASI berlimpah sering mengalami refleks let-down yang cepat. Bila bayi sering melepas payudara di awal menyusu karena batuk atau muntah (Anda bisa lihat ASI memuncrat dari puting ketika ini terjadi), Anda kemungkinan memiliki refleks let-down yang cepat.

Baca juga: https://hypnobirthingsurabaya.com/2021/10/11/superfetation/

Yuk follow instagram kami untuk mendapatkan informasi seputar akupuntur, promil, bumil, dan busui:

https://www.instagram.com/hypnobirthing_surabaya/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
hi,
ada yang bisa dibantu ?