Infeksi Pasca Persalinan

Tubuh Anda yang sedang berada pada proses pemulihan bisa rentan terhadap infeksi tertentu setelah Anda memiliki bayi. Kondisi yang paling umum adalah endometritis (infeksi endometrium atau lapisan pada uterus), tapi infeksi pada payudara atau infeksi pada luka yang terjadi selama kelahiran serta infeksi pada saluran kemih juga bisa terjadi. Beberapa jenis infeksi pasca persalinan sebenarnya mulai terjadi selama proses persalinan, meski keluhannya sering kali tidak begitu nyata untuk beberapa hari atau minggu setelah melahirkan.

Anda berada pada resiko tinggi terkena endometritis jika Anda mengalami persalinan yang lama atau interval yang panjang antara membran yang pecah dan proses melahirkan. Juga, wanita yang menjalani operasi sesar berada pada resiko yang lebih tinggi mengalami endometritis dibanding wanita yang melahirkan secara vaginal, dan resiko paling tinggi terjadi jika operasi sesar terjadi setelah muncul tanda persalinan atau pecah membran. Dalam kasus wanita yang melahirkan secara vaginal, mereka yang melahirkan vaginal disertai bantuan berada pada resiko lebih tinggi dibanding mereka yang melahirkan vaginal secara spontan.

Infeksi pasca persalinan yang relatif umum biasanya berupa mastitis dan infeksi payudara. Dua kondisi tersebut terjadi pada sekitar 1 dari 20 ibu menyusui dan lebih mungkin terjadi jika Anda mengalami payudara yang pecah-pecah. Tidak mungkin ibu yang tidak menyusui mengalami mastitis, meski bisa terjadi ketika payudara menjadi bengkak sebelum ASI mengering.

Jika Anda menjalani operasi sesar, Anda bisa mengalami infeksi di area irisan bedah. Setelah kelahiran melalui vaginal, Anda bisa mengalami infeksi pada area episiotomy atau sobekan, meski hal ini tidak umum terjadi. Anda juga perlu mewaspadai tanda infeksi saluran kemih, khususnya jika Anda menggunakan kateter pada kandung kemih.

Banyak infeksi yang disertai oleh demam, rasa dingin, atau rasa tidak enak badan, dan kadang hanya ada gejala yang sangat jelas. Gejala lain untuk diwaspadai bisa berupa:

Baca juga: https://hypnobirthingsurabaya.com/2021/10/13/tanda-seminggu-sebelum-melahirkan/

Rasa sakit, keras, hangat, area yang berwarna merah, biasanya hanya di payudara, dan demam, rasa dingin, sakit pada otot atau lelah dan sakit kepala (tanda mastitis).

Rasa sakit di perut bagian bawah, demam, rasa dingin atau lochia yang berbau tidak seharusnya (tanda endometiritis).

Muncul warna kemerahan, bengkak, terasa hangat, atau peningkatan rasa sakit di sekitar area luka (baik pada irisan bedah sesar maupun episiotomy), atau luka yang terlihat mulai terpisah.

Kesulitan buang air kecil, rasa sakit saat buang air kecil, rasa sering ingin pipis secara tiba-tiba tapi tidak ada atau sedikit yang keluar, atau urin yang berwarna gelap atau disertai darah (tanda infeksi saluran kemih).

Karena infeksi yang tidak diobati bisa dengan cepat menjadi lebih serius, penting bagi Anda untuk mengingatkan dokter lebih dini ketika Anda mengalami demam atau gejala lain yang telah disebutkan di atas. Anda mungkin pernah mendengar bahwa payudara yang bengkak bisa menyebabkan demam tingkat ringan. Ini memang bisa terjadi, tapi jangan mencoba mendiagnosa diri Anda sendiri dan berasumsi bahwa bengkak adalah sebab dari demam pasca persalinan. Yang harus Anda lakukan adalah menghubungi dokter.

Yuk follow instagram kami untuk mendapatkan informasi seputar akupuntur, promil, bumil, dan busui:

https://www.instagram.com/hypnobirthing_surabaya/

Biasanya dokter akan memberi Anda antibiotik untuk mengatasi infeksi. Pastikan Anda memberitahu dokter kalau Anda menyusui, karena ini akan mempengaruhi jenis obat yang ia pilih. Sering kali yang Anda butuhkan adalah antibiotik oral, tapi dalam beberapa situasi Anda akan membutuhkan antibiotik melalui suntikan atau jenis pengobatan lain. Misalnya jika Anda mengalami luka yang terinfeksi, maka perlu dibuka dan dikeringkan.

Anda akan merasa lebih baik dalam beberapa hari setelah mulai mengkonsumsi antibiotik, tapi sangat penting untuk menghabiskan seluruh antibiotik yang diberikan, meski keluhan Anda sudah menghilang. Tanyakan dokter berapa lama obat perlu diminum untuk bisa bekerja, dan pastikan untuk memberitahunya jika Anda tidak bisa meminum dalam jangka waktu yang diberikan. Anda mungkin memerlukan obat lain untuk mengatasi kondisi yang Anda alami. Minumlah banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, dan perbanyak istirahat sebisa mungkin untuk membantu tubuh melawan infeksi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
hi,
ada yang bisa dibantu ?